SUATU PENOLAKAN OPOSISI
SUATU PENOLAKAN OPOSISI
JELAS … !
TIDAK I N D I V I D U A L I S M E
1.
BOLIVARIAN memenangkan Peperangan ……. ! Suatu Kerjasama Dukungan OPOSISI. Rakyat Bukan Nasionalism. Ternyata Revolusi menuju Sosialism. Runtuh Kekuasaan “Ekonomi Presiden” atas Masyarakat telah ditumbangkan ! Sebelum Pemilihan akan berlangsung …. Politik menentukan Kemenangan. Miskin pun Keadaan Miskin masih di Masyarakat Perkotaan – Daerah daerah.
2.
Tampak OPOSISI telah MEROBEK ROBEK HUKUM di “dalam”. Khusus, Penguasaan Lahan lahan Perkebunan (Negeri).
3.
Mata uang dapat dikendalikan, menghadapi Ekonomisasi Imperialis atas barang barang produksi. Para Jenderal kaget, TERJEBAK Isu Perkumpulan Nasional Revolusioner Anti – Liberalisme. Raja raja Uang tidak mampu MEMBAYAR Neraca Keuangan Negara.
Hidup Bolivarian Raya ……. !!!
Rakyat memang Miskin … Bekerja dalam Kelas Pekerja – Buruh untuk melanjutkan Proses Sosialisme.
— o0o —
Pemaparan di atas akan membawa Kita dalam Suasana Revolusioner juga. Terbayangkan Kemenangan Masyarakat – Sosialis. Penguasa, TERJUNGKAL ! Langsung … ! Dengan “Demokrasi buatan” Revolusi di masyarakat !!!
T U N T U T A N
OPOSISI akan selalu mengajukan dua Tuntutan – Sosial sebelum akan MENYERANG untuk KEMENANGAN POLITIK.
1. Pemilihan
2. atau, Perubahan Tujuan Ekonomi (Pemerintahan)
a. menjadi Tujuan Sosialisme
b. Kemakmuran
c. melepaskan Kapitalisme – Individual
Jangan akan pernah Berharap OPOSISI MENGHENTIKAN Sikap – Utuh (Sosial) BERLAWAN, karena Pemiskinan – Uang.
— o0o —
SOSIALISME – POLITIS
Pertanian dan, yang berhubungan dengan TANAH – BUMI, adalah, Perjuangan Rakyat – Kemanusiaan, diterjemahkan untuk Menegakkan Hak Azasi manusia, bertujuan Keadilan Pangan – Sandang – Papan (Sosial).
Sedangkan Kebutuhan Tentara di “Luar” Perdagangan – Keuangan, menyebabkan Perundingan Tanpa Batasan batasan atasnama Sosial dengan OPOSISI bermaksud Penguasaan Wilayah wilayah Terlindungi dalamk Politisasi Kenegaraan.
Biar pun Penguasa (Govermen) berbicara, namun Parlemen tidak menerima. Karena
1. Presiden (Jabatan) bukan Struktur dalam Militer (Ketentaraan)
2. Parlemen akan mampu MEMANIPULASI KEKUASAAN (Pemerintahan) di Negara
3. atau, Perdana Menteri bisa Tanpa Kekuatan HUKUM.
— o0o —
P E M B E R O N T A K A N
Sosialisme belum pernah Mengharamkan PEMBERONTAKAN. Terkejut lah Pemerintahan ! Mencemaskan ……. ! Namun, bukan dalam rangkaian Revolusi. Meskipun anutan “TIDAK ADA DUA KEKUASAAN UNTUK” (Suatu) Masyarakat.
Sedangkan Masyarakat tidak lah MEMBENTUK KEKUASAAN INDIVIDUALISME …
1. Kadangkala Pemberontakan Terpimpinkan secara FIGUR (Supremasi)
2. Pemaksaan Terhadap Masyarakat
a. Menyediakan Pangan tetapi masih di dalam Kemiskinan
b. Penyimpangan Demokrasi – Sosial
c. Pemasokan Uang Kebangkrutan Negara Ekonomi
3. Tiba tiba Politik bisa Tidak Menyelesaikan Pertempuran di Wilayah wilayah
— o0o —
Pemberontakan akan selalu DIMULAI DENGAN BANGKANGAN ……. karena Penyingkiran di Kekuasaan mencuatkan … Perbedaan. Terpolitisasi OPOSISI Menekan … Pemerintahan, … dibiarkan … !
Tampak lah Pertentangan antara Individual Lawan Sosial – Kelompok kelompok Pro Sosialisme.
Kebiasaan Militerisme (= Individu individu kumpul, terorganisasi, jadi berbeda dengan KETENTARAAN), karena DIPERALAT Kapitalisme – Penguasaan, menyelenggarakan Politik “Luar – Dalam”, berakibat Destabilitas Pemerintahan dalam Bentuk kenegaraan.
Penindasan pun terjadi ! Dan mengorbankan Kerakyatan (misal, Pembersihan Bunuh Penduduk di Perkampungan – Asal (Pemberontak).
“Kekarasan Politik” dari OPOSISI akan terarah untuk Menjatuhkan Pemerintahan, disibukkan Perundingan perundingan Ekonomi dengan Pemberontak, tanpa ikut Berunding dengan siapa pun di Negara. Karena, tidak mau sampai Terlepas “Suatu” Kekuasaan Massa-Aksi-Massa (Politis).
— o0o —
Penutup Tulisan ini agar dipahami, bahwa OPISISI “TIDAK SEDANG DI KEKUASAAN” apa pun, namun tetap ‘BERADA DALAM MASYARAKAT”, karena diakibatkan INDIVIDUALISME LEBIH MUDAH MENYUSUP MASUK (“jadi”) KEKUASAAN”.
Selesai.
Jakarta, April 2007.
OPOSISI

Tinggalkan Balasan